Minggu, 28 April 2013

Game Visual Novel



Dari pada galau gara-gara bingung mau bikin tulisan apa mending iseng-iseng ngebahas game visual novel. :D
Mungkin para gamer jarang yang mengetahui tentang game yang satu ini karena game yang satu ini biasanya dimainkan oleh para penggemar anime. Game ini dikategorikan untuk beberapa tingkatan umur ada game yang bisa dimainkan oleh anak-anak ada juga game yang khusus untuk dewasa karena menngandung adegan-adegan yang fulgar.
Cara memainkan game ini sangatlah mudah tidak memerlukan control atau kombinasi tombol tertentu, kita tinggal mengikuti percakapan antar tokoh jika muncul pertanyaan kita harus menjawab pertanyaan. Menjawabnya itu tergatung pada kita ingin menjawab apa karena di dalam game ini tidak ada jawaban yang salah. Hanya saja jawaban yang kita pilih akan menentukan ending dari game tersebut. Hal ini lah yang menarik dari game visual novel karena dalam game biasa terutama game fighting ending dari game sudahlah jelas yaitu melawan pemimpin dari musuh.  Dalam Visual Novel ada istilah yang disebut flag dan rute yang menentukan ending dari suatu cerita.
Game ini ada yang merupakan adaptasi dari manga, novel, bahkan anime tapi tak jarang ada juga game visual novel yang original (tidak di adaptasi dari apapun).
Karakter dalam game ini biasanya bertipe moe (imut ) agar menambah semangat para pemain. Jika diadaptasi dari anime, manga, atau novel biasanya tidak ada perubahan pada karakter yang dimainkan digame baik itu sifat, gambar, maupun seiyu (pengisi suara).
Untuk memainkan game ini tidaklah harus memakai perangkat langka karena sudah bisa dimainkan di PSP bahkan PC sekalipun. Tapi satu kekurangan game ini yaitu tidak ada versi bahasa Indonesia. :D game ini biasanya berbahasa dan bersubtitlekan jepang sangat jarang diemukan dengan subtitle bahasa inggris karena pengubahan subtitle dalam game ini sangat sulit dan sekalipun ada game yang berlisensi dan di translate oleh developer game itu sangat jarang sekali.

Review Novel "Penguin Summer"

Berhubung baru selesai baca light novel pertama saya, mungkin gak ada salahnya ngasih riview sedikit tentang light novel yang satu ini.
Light novel ini berjudul Penguin Summer yang dikarang oleh Mutsuduka Akira yang menceritakan tentang petualanagan  2 orang anak di gunung Shirokobe untuk mengungkap  legenda tentang kubinashi-sama dan kelompok topeng merah yang konon  tinggal digunung itu.
Dalam novel ini cerita yang dimuat dalam  flashback suatu kejadian yang pernah dialami pemeran utama.
Chapter 1 menceriakan kejadian yang sedang berlangsung saat ini pada saat akari dan takashi pergi kegunung untuk mencari keberadaan guigi (penguin) yang pernah tinggal dirumah takashi.
Chapter 2-7 menceritakan kejadian yang sudah pernah dilalui akari sebelum terkena mesin waktu.
Epilog menceritakan hari dimana semua sudah kembali normal dengan menghilangnya penguin dan kelompok topeng merah ditelan mesin waktu dan tidak dikethui keberadaannya.
Deskripsi singkat
Judul : Penguin Summer
Pengarang : Mutsuduka Akira
Illustrator : Shino
Hak cipta penerjemah bahasa Indonesia (Penerbit) : PT Shining Rose Media

Olahraga Sebagai Ajang Silaturahmi

Tak dapat dipungkiri bahwa minat terhadap olahraga di Indonesia sangat besar. Tak hanya di satu bidang melainkan disemua bidang olahraga. Namun sangat disayangkan hal ini tidak didukung oleh tingkat sportivitas yang tinggi. Masih banyak kasus kekerasan dan kerusuhan yang terjadi saat pertandingan olahraga sedang digelar. Banyak yang memicu kejadian ini seperti ketidakpuasan terhadap keputusan juri/wasit, saling ejek antar penonton, hingga penonton yang kecewa dengan penampilan atlet yang didukungnya.
Jika diambil dari sisi positifnya setiap pertandingan olahraga dapat dijadikan ajang silaturahmi antar klub olahraga bahkan jika pertandingan yang berskala nasional hal ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antar daerah. Hal ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia baik dalam hal olahraga maupun hal lainnya.
 Jika saja hal-hal uang berbau politik bisa dihilangkan dalam kegiatan olahraga maupun organisasinya mungkin saja hal ini bisa terhujud. Hal inilah yang menyebabkan perpecahan didalam organisasi, orang lebih memikirkan karir politiknya dalam organisasi ketimbang mengurusi suatu bidang olahraga yang menjadi tanggung jawabnya, menyebabkan timbulnya masalah dimana-mana.

OS (Operating System) Pada Mobile


Biasanya OS hanya diterapkan pada PC , laptop dan sejenisnya.  Sekarang OS sudah berkembang dan adapula yang berbasis mobile.
Memang pada masa sekarang ini mobilephone sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat tidak hanya dikalangan orang kantor saja tapi anak-anak pun sudah banyak yang mempunyai gadget ini di usianya yang masih sangat muda. Hal ini yang menjadi pendorong munculnya smartphone canggih berbagai merk yang muncul dipasaran.
Adapun OS yang digunakan oleh smartphone pada saat ini adalah Android dan windowsphone. Mengenai kepopuleran di Indonesia nampaknya OS android lebih banyak diminati dari pada windowsphone.  Smartphone kebanyakan sudah menggunakan prosesor minimal 800MHz dan RAM 256 MB untuk mendukung OS yang digunakan.
Meskipun sudah banyak yang membeli smartphone tapi masih sangat minim sekali orang yang mampu menggunakan fasilitas yang ada didalamnya. Ini dikarnakan masih banyak orang yang membeli smartphone hanya untuk sekedar menjaga gensi, terlihat keren dan tidak ketinggalan jaman.
Fasilitas yang lumrah digunakan pada smartphone biasanya hanya aplikasi chating dan game-game dengan grafik yang luarbiasa yang sangat jarang ditemukan di handphone/mobile biasa tanpa OS.

Karangan

1.1 Definisi Karangan
Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
1.2 Macam-macam Karangan
Ditinjau dari cara menyampaikan masalahnya dalam karangan, maka karangan dapat dibagi menjadi beberapa jenis.
-          Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang mengisahkan, menceritakan, suatu peristiwa atau masalah yang disusun secara kronologis (sistematika kewaktuan) dengan tujuan memperluas wawasan seseorang.
-          Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan, memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. Dari karangan ini diharapkan orang yang tidak mengetahui menjadi tahu dan yang tidak jelas menjadi jelas setelah membaca karangan ini.
-          Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan untuk membuktikan sesuatu, dengan maksud meyakinkan pembaca tentang sesuatu yang menjadi topik dalam karangan itu.
-          Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan, menggambarkan secara rinci dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat didalamnya secara langsung.
-          Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah adalah karangan yang mempengaruhi, mengajak, menganjurkan sesuatu kepada orang lain uyntuk berbuat atau bertindak sesuai dengan yang diharapkan pengarang.
Karangan dibedakan menjadi 3 jenis :
2.1 Karangan Ilmiah
Pengertian karangan ilmiah
Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.
Ciri-ciri Karangan ilmiah
Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:
-          Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
-          Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
-          Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
-          Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
-          Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
-          Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
-          Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
Contoh dari karangan ilmiah adalah :
-          Makalah
-          Skripsi
-          Tesis
-          Laporan
2.2 Karya non-ilmiah
Pengertian karya non ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah
  • ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • fakta yang disimpulkan subyektif,
  • gaya bahasa konotatif dan populer,
  • tidak memuat hipotesis,
  • penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • bersifat imajinatif,
  • situasi didramatisir,
  • bersifat persuasif.
  • tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah
  • Dongeng
  • Cerpen
  • Novel
  • Drama
3.1 Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
-          Pertama
Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
-          Kedua
Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
-          Ketiga
Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.
Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian. Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
Sumber :